Kurikulum

Kurikulum Sekolah Islam Daarul Ilmi Depok (TK, SD, maupun SMP) terdiri dari tiga komponen, yakni kurikulum umum, diniyah, dan Al-Qur’an. Kurikulum umum mengacu pada Kurikulum Nasional yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 yang disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak.

Kurikulum diniyah disusun dan diaplikasikan secara independen, dan juga secara simultan yang dimasukkan dalam muatan kurikulum umum (baik bahasa, sosial maupun sains) untuk menanamkan manhaj ahlussunah dalam aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah sejak dini.

Kurikulum Al-Qur’an terdiri dari 2 komponen, yakni: tahfidzul Qur’an dan tilawatul Qur’an. Tahfidzul Qur’an menggunakan metode talqin individu dengan target satu juz dalam satu tahun, dan secara bertahap berpindah ke metode tasmi’ seiring dengan meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an (tilawatul Qur’an).

Kurikulum Sekolah KB – TK
Untuk pembelajaran di KB dan TK Islam Daarul Ilmi Depok, integrasi kurikulum nasional dan kurikulum diniyah dimungkinkan dengan penggunaan tema dan sistem integrasi dalam proses pembelajaran (integrated-tematic curriculum system).

Kurikulum Sekolah Dasar Islam (SD)
Untuk pembelajaran di SD Islam Daarul Ilmi Depok, integrasi kurikulum nasional dan kurikulum diniyah dimungkinkan dengan aplikasi metode pembelajaran yang sentra dan tematik dengan sistem role playing, cooperative integrated reading and composition (CIRC), drill dan active learning yang berorientasi pada proses pembelajaran aktif, ramah dan menyenangkan.

Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Untuk pembelajaran di SMP Islam Daarul Ilmi Depok, integrasi kurikulum nasional dan kurikulum pondok pesantren dimungkinkan dengan aplikasi secara independen dan juga secara simultan diharapkan tertanam sejak dini manhaj ahlussunnah wal jama’ah dalam aqidah, ibadah, adab dan akhlaq serta muamalah.

Kegiatan Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan melibatkan sensori (sensory engagement), bermain peran (role-playing), bercerita (story telling), pemecahan masalah (problem solving) dan talqin/ hafalan (drill). Metode pembelajaran tersebut berorientasi pada proses pembelajaran aktif, ramah anak dan menyenangkan sehingga diharapkan mampu memberi pembekalan keterampilan hidup yang penting (essential life skills), terutama dalam membekali, membentengi, dan mengarahkan anak sejak dini untuk mampu bersaing di era globalisasi.
Experimental learning dan observation method digunakan sebagai pelengkap dalam metode pembelajaran berbasis eksperimen, riset dan observasi/pengamatan, terutama terkait dengan ilmu pengetahuan alam.

Selama proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, guru dituntut untuk menjadi panutan (role model) agar anak didik lebih memahami esensi pembelajaran, dan tentu saja aplikasi yang seharusnya baik dalam aqidah, akhlak, ibadah dan muamalah sehari-hari. Outing class juga dilakukan seperti kunjungan ke rumah yatim piatu, panti jompo, rumah industri, peternakan, perkebunan/pertanian, dan sebagainya. Semua ini dilakukan dalam rangka menginternalisasi nilai-nilai kehidupan dalam diri anak.

Latest Posts
Contact Info
Praesent quis risus nec mi feugiat vehicula. Sed nec feugiat arcu. Ut ligula metus, dapibus in sagittis lobortis, rhoncus nec libero.
  • Address Line 1
  • (123) 456 789
  • email@example.com