Kurikulum

  • Kurikulum Daarul Ilmi mengacu pada kurikulum umum Pendidikan Nasional 2013 yang disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak yang terarah dan terintegrasi dengan kurikulum diniyah untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasan multipel pada anak sesuai dengan potensinya masing-masing dengan tujuan membentuk generasi Islam yang cerdas, kuat, terampil, mandiri dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

 

  • Kurikulum diniyah disusun dan diaplikasikan secara independen dan juga secara simultan dimasukkan dalam muatan kurikulum umum untuk menanamkan sejak dini manhaj ahlus sunnah dalam aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalah. Integrasi kurikulum nasional dan kurikulum diniyah dimungkinkan dengan aplikasi metode pembelajaran sentra dan tematik.

 

  • Metode pembelajaran dengan sistem role-playing, cooperative integrated reading and composition (circ), drill (talqin) dan active learning yang berorientasi pada proses pembelajaran aktif, ramah anak dan menyenangkan diharapkan mampu memberi pembekalan keterampilan hidup yang penting (seven essential life skills),terutama dalam membekali, membentengi, mengarahkan dan membimbing anak sejak dini untuk mampu bersaing di era globalisasi.

 

  • Experimental learning dan observation method digunakan sebagai pelengkap dalam metode pembelajaran berbasis eksperimen, riset dan observasi/pengamatan, utamanya terkait dengan ilmu pengetahuan alam. Selama proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, ustadz dan ustadzah dituntut untuk menjadi panutan (role model) agar anak didik lebih memahami esensi pembelajaran, dan tentu saja aplikasi yang seharusnya, baik dalam aqidah, akhlak, ibadah dan muamalah sehari-hari. Outing class juga dilakukan seperti melalui kunjungan ke rumah yatim piatu, panti jompo, rumah industri, peternakan, perkebunan/pertanian dan sebagainya; semuanya ini dalam rangka menginternalisasi nilai-nilai kehidupan dalam diri anak didik.